9th Days in Lampung,,,,,,,,,,Part 2

titanic

Tiba dipelabuhan Merak, sekitar pukul 00.00 kurang beberapa menit, saat itu mobil yang kami tumpangi sedang menunggu antrian memasuki kapal yang akan menyeberang ke pulau Sumatera. Tidak menunggu terlalu lama, pak wawan kembali menstarter mobil, karena satu persatu mobil mulai memasuki kapal, ini pengalaman pertama un naik kapal, subhanallah betapa hebat Allah menciptakan makhluk yang bisa membuat kendaraan seperti ini, mampu menampung beban berton-ton. Mobil diparkirkan dilantai 2 dek kapal. Tempat yang lumayan pengap. Setelah mobil berhenti, un dan mbak kenny segera keluar dari mobil, karena kita berdua sama-sama belum pernah naik kapal, akhirnya muter-muter cari mushalla, soalnya mbak kenny belum shalat isya.

Ketika mbak kenny shalat, un menyempatkan diri melihat-lihat sekitar kapal, mulai dari tali pengikat kapal, tabung perahu karet, juga mondar-mandir didekat penjual minuman ringan, tidak lupa jeprat jepret suasana tengah malam diatas kapal. Jadi ingat film Titanic. Tapi kapal yang kami naiki sangat berbeda jauh dari Titanic. Ternyata bukan cuma uun dan mbak kenny yang baru kali ini naik kapal, ternyata beberapa penumpang pun tidak melewatkan malam itu hanya dengan tidur di ruang istirahat.

Setelah mbak kenny selesai shalat, un dan mbak kenny keliling kapal. Pada saat sampai disisi kiri kapal, kita sengaja berhenti disitu karena pengen ngobrol disitu sambil duduk-duduk, tapi niat kami hancur berantakan gara-gara ketemu polisi genit dan iseng. Polisi tersebut SKSD(Sok Kenal Sok Dekat) gitu ke qta berdua, un yang udah males diajak ngobrol sama orang asing, mulai menarik-narik mbak kenny untuk sesegera mungkin menjauh. Tapi polisi iseng ini gak berhenti2 untuk bertanya yang macem-macem, belum lagi mode:SOK TAU-nya lagi ON, menjudge kita yang macem-macem lah. Sampai kita diajakin masuk keruang istirahat gratis tanpa bayar. Dengan sedikit kasar kita menolak ajakannya, dengan alasan mau cari pak Anton. Setelah berhasil kabur dari polisi iseng, udara kini mulai menusuk kulit tubuh. MAna gak bawa jaket lagi. Akhirnya kita ke resto mini dikapal, kita mesan teh manis hangat, teh manis yang KEMANISAN itu disuguhkan menggunakan cup aqua bekas, setelah meneguk habis teh tersebut, tubuh pun kembali normal, nggak kedinginan lagi. Mau tahu berapa harga satu cup teh manis itu? “Rp.8000”, cukup mahal menurut uun. Kalau di warung hegar dekat kostan gak nyampe 1500, dapet 1 gelas gede.

Yah, wajar sih kan gak ada restoran ditengah laut. Waktu menunjukkan pukul 2 malam lewat beberapa menit, kepala kita udah mulai pusing, mabok laut kayaknya. Akhirnya kita mencari tempat istirahat yang nyaman, karena mata uun juga udah 5 watt.

Perasaan baru beberapa menit mata un terpejam, pengeras suara mengumumkan sebentar lagi akan tiba di pelabuhan BAKAHEUNI (bener gak ya nulisnya?). Yah ngertilah ya maksud uun.

Segera un dan mbak kenny begegas kembali ke mobil, ternyata pak Anton belum kembali, tapi beberapa menit kemudian beliau udah muncul aja di dekat pintu mobil, saat kita tanya dia tidur dimana, ternyata dia tidur di salah satu kamar.

Sekitar 30 menit kemudian mobil mulai bergerak keluar dari kapal, pak wawan pun segera memacu mobil meninggalkan pelabuhan, saat itu sekitar pukul 3 dini hari, un langsung tidur aja. Pas sadar eh udah tiba di homebase LAmpung pukul 05.30. …………………to be continued

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s