Pelupanya diriqu,,,,,,

pelupaPenyakit lupa yang ada pada diriqu sepertinya sudah memasuki stadium akhir, atau bisa juga dibilang dalam kondisi kritis.

Ntah kenapa, un sering banget lupa menaruh sesuatu yang padahal udah diletakin dengan baik di rapi di tempat yang udah ditentuin. Bisa aja tiba-tiba kehilangan hp, padahal hp udah dimasukin kedalam tas. Atau kehilangan kunci padahal udah ada di dalam laci. Kehilangan flashdisk, padahal lagi dipinjem, kehilangan buku, padahal cuma nyelip di tumpukan, kehilangan pensil, padahal ada dikamar yang lain karena habis nangkring disana, atau kehilangan penghapus yang emang sering hilang. Bahkan anak sekostan udah males bantu nyari kalau un kehilangan sesuatu, karena mereka yakin kalau barang-barang uun gak hilang. hanya “LUPA TADI DI LETAKIN DIMANA”.

Recently case: Tadi malam si uun sibuk mengubek-ubek isi kamar. Mulai dari kabinet, lemari pakaian, tas, laci meja, sampai ke rak buku.Tujuannya hanya satu, mencari kunci. Karena sejak pulang dari Medan, si uun belum menemukan kunci kostan yang di bundel bersama kunci lab. Kunci tersebut memiliki gantungan “purezento” warna hitam. Anak sekostan mungkin udah capek denger si uun setiap hari menanyakan. “Ada yang lihat kunci uun ga? yang ada gantungan purezento-nya?“. Yang lain udah males jawabnya. Palingan yang jawab cuma bilang begini. “Cari dulu un, paling ada dikamar, cuma kamu lupa letakin dimana”. Emang sih un lupa taruh dimana, dimana oh dimana.

Akhirnya setelah tadi malam tanya-tanya lagi. Novi mengusulkan “Un kamu bilang aja sama anak kostan, siapa yang nemuin kunci uun, dibeliin teh kotak. “Kemaren waktu aku kehilangan kunci motor gitu juga, tau siapa yang nemuin?”. Uun geleng-geleng. “yani yang nemuin”, kata novi.”Ya elah, matre banget, masak bantuin temen kudu ada pamrih”, tanya si uun. “Yeeee mau dibantu cariin gak? Secara sekarang ga’da yang gratis dek! Mau kekamar mandi aja bayar kok”, Novi gak mau kalah. Setelah berpikir si uun akhirnya memutuskan: “Pengumuman-pengumuman barang siapa yang menemukan kunci kostan uun, un beliin teh kotak deh”. “Bener un?”, tanya yani dari kamarnya. “Iya serius”, jawabku mantap. Yani bergegas ke kamar uun, dengan tangan kosong ia mulai menyisir kamar uun untuk mencari kunci itu.

Setelah 3 menit.

“Yang ini bukan?”, kata yani tiba-tiba. “Lho kok bisa ketemu? Cep[et lagi”, tanyaku tak percaya. “Wong cuma jatuh doang, makanya nyari pakai mata jangan pakai mulut”, jawab yani penuh kemenangan. “Jangan lupa teh kotak”, tambahnya lagi sambil ketawa-ketawa. “Aku jadi curiga yan, hampir sebulan Uun nyari kunci lah gak nemu, dirimu yang baru 3 menit kok udah ketemu loh. Kok bisa?”, tanya uun. “jangan-jangan, kamu emang sengaja ngerjain uun ya?, kamu yang umpetin ya?”, si uun mulai iseng. “Sembarangan!!!! Udah dibantuin kok malah gak terima kasih ini loh, malah nuduh orang”, jawab Yani ikut sewot tapi pakai ketawa. “Lah, trus kenapa ketawa-ketawa, bikin orang curiga tau”, kataku lagi. “HEhheheehe dapat teh kotak, dapat teh kotak”, yani berdendang penuh riang gembira.

(Tulisan ini sebenarnya sudah dibuat sekitar bulan juli, tapi belum sempat diposting karena pelupanya diriqu ini)

Advertisements

3 thoughts on “Pelupanya diriqu,,,,,,

  1. sama mba uun, sifat pelupa juga mendera diriqu
    lupa naruh barang dimana
    lupa nama orang
    lupa jalan
    lupa bayar utang [hehe]
    lupa kalo udah makan pagi hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s